Konseling Keluarga
  • KONSELOR KAMI
    • Siapakah Elly Nagasaputra, MK, CHt
    • Elly Nagasaputra, MK, CHt di media cetak, TV, Radio, media On-line
    • Apa itu Konseling ?
    • Apa itu Hipnoterapi ?
    • Apa Manfaat yang suami istri dapatkan ketika mengikuti konseling Keluarga?
    • Kenapa saya harus menemui Konselor Profesional untuk menangani masalah keluarga saya?
  • JASA KONSELING
    • Konseling Diri (Personal Counseling: usia 17 keatas)
    • Konseling Pra – Nikah (Pre – Marital Counseling)
    • Konseling Pernikahan (Marriage Counseling)
    • Konseling Perselingkuhan (Adultery Counseling)
    • Konseling Pra – Perceraian (Pre-Divorce Counseling)
    • Konseling Pasca Perceraian
    • Konseling Single Parent
    • Konseling Kedukaan
    • Konseling Paska Traumatik (PTSD : Post Traumatic Syndrome Disorder)
    • Cara Mendapatkan Layanan Konseling di www.konselingkeluarga.com
  • TESTIMONI
  • ARTIKEL
    • 1. Pernikahan, Revealing Your Own True Self
    • 2. Selingkuh? Masihkah ada Harapan?
    • 3. Konseling? Malu ah……
    • 4. Seni Memelihara Pernikahan
    • 5. Selingkuh? Apa Sebabnya?
    • 6. Apa yang terjadi dalam Ruang Konseling
    • 7. Marah
    • 8. Siapa Belahan Jiwa Anda? Who is your Soulmate?
    • 9. Menikah agar Hidup Anda lebih Berbahagia?
    • 10. Melakukan Segala Sesuatu dengan Sepenuh Hati
    • 11. Pernikahan saya garing/penuh konflik, apa yang harus saya lakukan?
    • 12. Suami/Istri saya selingkuh, apa yang harus saya lakukan?
  • KONSELING PERNIKAHAN DAN PERSELINGKUHAN
  • KODE ETIK
  • HUBUNGI KAMI

10. Melakukan Segala Sesuatu dengan Sepenuh Hati

Belum lama ini saya membaca artikel yang menyatakan bagaimana kita sebaiknya mencampurkan unsur emosi atau melibatkan emosi dalam apapun yang kita kerjakan. Atau dengan kata lain ungkapan yang mengatakan : melakukan segala sesuatu dengan hati. Melakukan dengan sepenuh hati.

Namun sebenarnya, apa maknanya kita harus melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati?

Pria dikatakan sebagai streotype yang melakukan segala sesuatu berdasarkan logika, sedangkan wanita melakukan segala sesuatu dengan perasaan. Yang mana sedikit banyak hal ini benar adanya. Namun tentu berbeda bagi setiap orang. Ada pria yang cukup banyak memakai racikan perasaan, ada yang hanya sedikit. Banyak juga wanita yang sangat kuat mengandalkan logika dan tidak terlalu mengikuti perasaan hatinya. Dan berbeda juga tentunya untuk setiap panggilan profesi. Ada profesi tertentu yang harus menggunakan komponen perasaan yang lebih banyak seperti pemusik, pelukis, penulis cerita. Dan ada profesi yang harus sangat kuat menggunakan logika dan fakta, dokter bedah misalnya. Sehingga tentu saja, mitos pria hanya mengandalkan logika dan wanita hanya mengandalkan perasaan tidak sepenuhnya benar. Banyak sisi kompleks yang harus digali lebih dalam dan dianalisa lebih detail.

Pada intinya kita tentu ingin apa yang kita kerjakan berhasil dengan baik. Dengan baik, berarti apa yang kita lakukan berguna bagi diri dan bagi sesama.
Belum lagi bila diukur baik dan berhasilnya dari sisi pandang Pencipta kita.

Namun jika kita ingin mengerjakan sesuatu dengan berhasil, apakah bisa hanya dibekali dengan logika? Ataukah hanya dengan hati? Atau campuran yang imbang antara keduanya? Apa sih sebenarnya yang dimaksudkan melakukan segala sesuatu dengan hati?

Saya percaya bahwa kita akan mendapatkan hasil yang paling optimal bila melakukan apapun yang kita kerjakan dengan sepenuh hati. Mengapa? Karena kita manusia yang dibekali dengan perasaan. Yang membuat kita menjadi mahluk ciptaan yang tertinggi adalah karena kita memiliki perasaan, kepekaan untuk dapat berempati, kepekaan untuk dapat melihat lebih dari sekadar pemaparan fakta dan logika. Sehingga jelas, jika kita melakukan dengan hati maka kita maju satu langkah kedepan. Tidak hanya berdasarkan fakta dan logika tapi masuk ke layer yang lebih dalam, melihat dengan kaca mata hati nurani kita.

Tentu saja tidak mudah dan tidak semua orang terbiasa melakukan hal ini. Banyak sekali faktor terlibat. Entah sekadar karena tipe kepribadian yang berbeda, pengalaman hidup yang berbeda, situasi lingkungan yang berbeda yang bisa membuat tiap orang memberikan response yang berbeda. Ada yang memiliki kepekaan lebih tinggi, ada yang sama sekali tidak dapat mencerna apa yang terjadi disekililingnya dengan kepekaan hati.

Namun kita juga harus berhati-hati tidak terjebak dalam permainan perasaan yang salah. Karena hati nurani kita bisa salah. Bisa? Ya, bisa salah. Karena kita manusia yang sudah jatuh dalam dosa sehingga hati nurani kita pun bisa menuntun pada sesuatu yang pada akhirnya adalah salah. Sehingga memang complicated. Dan sekali lagi perlu perenungan dan penggalian yang lebih dalam untuk menilai dan menimbang segala sesuatu dari hati, perasaan dan juga logika yang memadai.

Bagaimanapun saya setuju. Kerjakanlah segala sesuatu dengan hati. Dengan passion. Dengan rasa cinta yang besar dan murni dan tulus. Libatkanlah emosi dalam apapun yang Anda kejakan. Asah kepekaan hati nurani Anda. Dan juga tentu berdoa untuk semua yang Anda kerjakan. Dan lihatlah…. Anda akan menikmati hasil akhir yang berbeda.

Sesuatu yang nampaknya rusak dan gagal, bisa berubah menjadi sesuatu yang baik dan berhasil. Namun sesuatu yang nampaknya berhasil tapi Anda kerjakan tanpa hati, tanpa kesungguhan, tanpa passion yang mendalam maka hanya menjadi seonggok kesuksesan yang Anda rasakan puas namun hanya secara sementara. Rasa puas tersebut akan cepat menguap meninggalkan Anda yang terjebak dalam kehampaan hidup.

Kejarlah makna hidup yang lebih dalam. Kerjakanlah apapun….. baik hal yang sederhana ataupun hal besar dan penting dengan sepenuh hati, dengan passion yang mendalam, dengan kepekaan yang tinggi diiringi dengan doa dan ketulusan dan ucapan syukur….maka Anda akan memiliki puas yang hakiki terlepas apakah yang Anda kerjakan berhasil atau tidak dari ukuran manusia.

Selamat menikmati hari-hari dengan sepenuh hati.

Salam Sejahtera,

Elly Nagasaputra, MK, CHt
Personal & Marriage Counselor
www.konselingkeluarga.com
www.konselingpernikahan.com
-healing hearts-changing life-

Media Sosial

Konseling Keluarga


@konselingkeluarga


Elly Nagasaputra, MK, CHt


Our Counseling Services

  • Konseling Diri (Personal Counseling : usia 17 keatas)
  • Konseling Pra – Nikah (Pre – Marital Counseling)
  • Konseling Pernikahan (Marriage Counseling)
  • Konseling Perselingkuhan (Adultery Counseling)
  • Konseling Pra – Perceraian (Pre-Divorce Counseling)
  • Konseling Perceraian
  • Konseling Single Parent
  • Konseling Kedukaan (Grief Counseling)
  • Konseling Paska Traumatik (PTSD : Post Traumatic Syndrome Disorder)
  • Cara Mendapatkan Layanan Konseling di www.konselingkeluarga.com
our counseling services sidebar our counseling services sidebar1 our counseling services sidebar2

Share Page

Cara mendapatkan layanan konseling di www.konselingkeluarga.com

Klik Disini
kop-kk
© 2016 - 2020 Konseling Keluarga All rights reserved.